
AMBON — Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku terpilih periode 2025–2030, Umar Ali Lessy, menegaskan langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada konsolidasi organisasi di seluruh tingkatan sebagai fondasi memperkuat struktur partai.
“Konsolidasi menjadi prioritas utama setelah Musda ini,” tegas Umar dalam pidato perdananya usai terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Maluku yang digelar di Hotel Swiss-Bel, Ambon, pada Minggu dini hari, 9 November 2025.
Umar memaparkan lima program utama kepemimpinan Partai Golkar Maluku dalam lima tahun mendatang. Tahun pertama difokuskan pada konsolidasi organisasi, tahun kedua kaderisasi, tahun ketiga pemberdayaan, tahun keempat pemantapan, dan tahun kelima sebagai tahun kemenangan.
Ia menegaskan akan bekerja dengan hasil yang terukur dan siap mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan.
“Jika dalam masa kepemimpinan saya tidak ada peningkatan jumlah kursi, maka dengan segala kerendahan hati, saya akan menyerahkan tongkat estafet kepada kader lain yang lebih mampu,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Umar juga menyampaikan apresiasi kepada Rohalim Boy Sangadji, tokoh muda yang dinilainya memiliki semangat dan dedikasi tinggi dalam perjuangan politik.
Menurut Umar, semangat kebersamaan dan kekeluargaan harus menjadi roh utama bagi seluruh kader Golkar di Maluku.
“Musda ini bukan sekadar ajang politik, tetapi juga bagian dari pendidikan politik bagi kita semua. Golkar hari ini telah menunjukkan semangat musyawarah untuk mufakat,” tandasnya.
Diketahui, Umar Ali Lessy terpilih secara aklamasi setelah Rohalim Boy Sangadji mengundurkan diri di tengah jalannya Musda. Sesuai tata tertib, dengan mundurnya Boy, maka Umar menjadi satu-satunya calon yang memenuhi syarat untuk dipilih.
Ketua Steering Committee (SC) Musda, Yunus Serang, kemudian mengetuk palu sebagai tanda sah penetapan Umar Ali Lessy sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025–2030. (*)
