
Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri menyatakan dukungan terhadap aksi puluhan karyawan PT Kalrez Petroleum (Seram) Ltd yang memblokir pintu utama perusahaan di Kota Bula. Aksi tersebut dilakukan sebagai protes karena upah mereka belum dibayarkan selama enam bulan, sejak Mei hingga November.
Bupati menilai pergantian manajemen PT Kalrez menjadi langkah paling realistis. Ia menyebut manajemen saat ini gagal mengelola perusahaan dan tidak mampu menyelesaikan persoalan operasional, termasuk pembayaran hak karyawan.
“Aksi protes karyawan merupakan langkah yang perlu mendapat dukungan. Solusi yang paling memungkinkan adalah pergantian manajemen Kalrez karena manajemen sekarang tidak mampu menjalankan perusahaan dengan baik. Pemerintah juga dapat membuka ruang intervensi untuk menentukan pengelola yang layak,” katanya, kemarin.
Ia mengapresiasi keberanian para karyawan yang dinilai dapat mendorong perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, upaya komunikasi persuasif yang dilakukan pemerintah daerah sejauh ini belum mendapatkan respons memadai.
“Saya senang teman-teman karyawan mengambil langkah tegas. Ini penting agar pemerintah pusat turut memberi perhatian. Saya sudah melakukan komunikasi, tetapi hingga kini tanggapannya masih lambat,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan pemerintah daerah telah menyiapkan opsi kerja sama melalui BUMD untuk membantu pengelolaan operasional perusahaan. Surat resmi kepada Kementerian ESDM juga telah dikirim, namun permohonan pertemuan dengan Menteri belum mendapat kepastian.
Di tengah belum adanya solusi konkret, ia berharap aksi protes tersebut dapat mempercepat keputusan pemerintah terkait kelanjutan operasional PT Kalrez serta pemenuhan hak-hak karyawan.
“Mudah-mudahan protes ini memberi sinyal bahwa persoalan ini tidak boleh lagi ditunda,” tutupnya. (*)
