
SERAM BAGIAN TIMUR – Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 di Desa Teor, Kecamatan Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dalam kondisi memprihatinkan. Tiga ruang kelas yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sudah tidak layak dipakai sejak setahun terakhir.
Selain ruang kelas, kerusakan juga terjadi pada perpustakaan dan laboratorium. Meski dinding retak dan atap bocor, kedua ruangan itu masih digunakan siswa karena tidak ada alternatif lain.
“Yang rusak ada tiga ruang kelas, mulai dari atap seng, plafon, semuanya sudah tidak layak. Perpustakaan dan laboratorium juga rusak, tapi tetap dipakai untuk belajar,” kata pemerhati pendidikan sekaligus warga setempat, J. Kolatlena, saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (21/8/2025).
Ia menjelaskan, gedung sekolah tersebut sudah lama tidak mendapat perbaikan. Kondisi makin parah saat musim hujan karena air masuk melalui atap bocor dan mengganggu jalannya pelajaran.
“Jendela bangunan ditempel dengan seng, pintunya sudah tidak ada. Terpaksa dipakai, tapi anak-anak sangat terganggu dengan kondisi ini,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar keselamatan siswa tidak terancam.
“Semoga masalah ini menjadi perhatian pemerintah daerah, agar anak-anak bisa menempuh pendidikan dengan layak tanpa gangguan,” pungkas Kolatlena. (*)
