Miris! Pekerja Seks Komersial di Garut Tetap Beroperasi dan Ogah Pakai Masker !

  • Whatsapp
Pekerja Seks Komersial corona virus COVID-19 lelaki hidung belang

Nyatanya tidak cuma pengusaha UKM dan buruh harian saja yang terdampak COVID- 19.

Tidak diragukan lagi bila pandemi corona virus COVID-19 sudah memberikan imbas yang luar biasa terhadap buruh harian serta pelaku usaha. Tetapi siapa yang menyangka bila pandemi ini ternyata juga berdampak untuk para Pekerja Seks Komersial( PSK).

Peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar( PSBB) membuat para PSK terpaksa berdiam diri di rumah dan tidak beroperasi. Walaupun begitu terdapat sebagian Pekerja Seks Komersial di Kota Garut, Jawa Barat, yang nekat tetap beroperasi serta mencari lelaki hidung belang.

Berita Lainnya

Dikutip dari Viva. co. id, Selasa( 5/ 5/ 2020), salah seorang PSK yang masih nekat beroperasi merupakan Maya( 35). Ibu 2 anak ini tetap melaksanakan profesinya sebagai PSK walaupun mesti mengalami resiko terinfeksi virus corona.

Ia masih tetap mangkal di salah satu sudut Kota Garut. Kendati demikian, Maya saat ini jadi lebih hati- hati dalam memilih calon pelanggannya.

Miris! Takut nggak Laku, PSK di Garut Ogah Pakai Masker dan Tetap Layani Pelanggan

” Ya aku juga takut tertular corona, jadi memilih pria yang telah dikenali serta berdomisili di Garut,” kata Maya.

Memenuhi kebutuhan hidup tiap hari jadi alasan utama, kenapa Maya tetap berani beroperasi di tengah situasi pandemi seperti saat ini.

Terlebih lagi, kebutuhan menjelang Lebaran yang umumnya membengkak memaksa Maya mesti bekerja keras lagi. Ia juga mempunyai tanggungan 2 anak.

” Terlebih sekarang puasa sebentar lagi Lebaran, anak- anak juga mau seperti anak yang lain,” katanya.

Usai melayani pria hidung belang, Maya juga tetap merasa was- was. Ia takut bila lelaki hidung belang yang dia layani terpapar corona virus COVID-19.

Walaupun demikian, Maya mengaku kalau disaat mangkal ia sendiri tidak memakai masker ataupun membawa hand sanitizer seperti yang dianjurkan pemerintah.

” Kalau aku pakai masker, enggak laku dong,” katanya.

Miris! Takut nggak Laku, PSK di Garut Ogah Pakai Masker dan Tetap Layani Pelanggan

Maya juga mengatakan kalau sejak pandemi berlangsung, penghasilannya jadi menyusut ekstrem. Sebagai PSK jalanan, umumnya ia bisa bawa duit ke rumah antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu.

Tetapi pada saat pandemi berlangsung, penghasilannya jauh dari biasanya, bahkan sering kali ia tidak membawa uang sama sekali ke rumah.

” Asal bisa buat makan saja sudah untung, uyuhan( masih untung) ada pelanggan juga,” katanya sambil berlalu.

Mengingat banyak sekali pihak yang terdampak pandemi corona virus COVID-19, penting untuk kita semua buat mematuhi peraturan PSBB supaya mata rantai penyebaran virus corona ini dapat segera terputus serta pandemi lekas berakhir. Dengan begitu, imbas buruk yang terjadi pada perekonomian dapat segera teratasi.

BACA JUGA :Pemerintah Jepang Beri PSK Paket Bantuan Virus Corona

Pastikan buat tetap berada di rumah bila tidak punya kepentingan yang mendesak, serta kenakan masker bila memang mesti keluar rumah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *