banner

BERITA.today – Tindaklanjut dari hasil kunjungan Direktur LSP cLSP Syekh Yusuf Universitas Islam (Unis) Tangerang, Mohammad Ridwan, S.Kom, M.Kom, MCF  beserta Tim Pengelola cLSP ke BNSP, bersepakat untuk melaksanakan kegiatan Saresehan Nasional (23/05/2024).

Dalam waktu yang cukup singkat, cLSP Syekh Yusuf Tangerang dengan menggandeng BNSP dan Kadin Indonesia, telah sukses menggelar Saresehan Nasional dengan Tema: “Bicara Kompetensi: Pentingnya Kompetensi di Era Global dan Kecerdasan Buatan”, yang diselenggarakan di Audiotrium Lantai 6 Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang, Banten (28/05/2024).

Kegiatan saresehan nasional ini dibuka oleh Pembina cLSP Syekh Yusuf, Dr. Imadudin Hamzah.

Dalam sambutan pembukaannya Imadudin menyatakan bahwa “Hadirnya LSP Sykeh Yusuf membawa misi untuk menyiapkan para lulusan bersiap menghadapi tantangan global dalam dunia kerja dengan bekal kompetensi yang handal”.

Ketua Umum Yayasan, Dr. Ir. M. Yus Firdaus, M.Si, dalam opening speech-nya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNSP;

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BNSP, yang telah memberikan kesempatan kepada LSP Syekh Yusuf untuk menggelar Saresehan Nasional, dalam rangka menyiapkan SDM Kompeten menuju Indonesia Emas 2045”.

Rektor Unis, Prof. Dr. H. Mustofa Kamil, DIP., RSL, M.Pd,  dalam sambutannya menyatakan: “LSP Syekh Yusuf berkomitmen untuk menyiapkan lulusan Perguruan Tinggi yang memiliki kompetensi dengan keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat, mampu beradaftasi dengan kemajuan teknologi sehingga mamiliki daya saing di level lokal, nasional, maupun global”.

Kegiatan Saresehan Nasional ini menghadirkan dua orang narasumber utama, yaitu Prof. Amilin, Komisioner BNSP RI, yang saat ini masih tercatat sebagai Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sedangkan Narasumber kedua merupakan salah seorang Pengurus Kadin Pusat, yaitu Hari Wijaya, sebagai Ketua Komite Tetap Profesi Kadin Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Amilin menyampaikan bahwa “agar dapat memenangkan persaingan kerja di era global, para lulusan perguruan tinggi perlu menguasai keahlian dan kompetensi yang bersifat futuristik”.

Lebih lanjut, Prof Amilim menyatakan bahwa “keahlian yang bersifat futuristik itu dapat teruji tingkat kompetensi-nya melalui ujian sertifikasi profesi yang diselenggarakan oleh LSP yang terlisensi oleh BNSP”.

Sedangkan hari Wijaya, dalam paparannya menyatakan bahwa “Pengelola LSP Syekh Yusuf perlu berkoordinasi dengan Kadin Daerah Wilayah Provinis Banten dalam rangka menyiapkan skema keahlian untuk para lulusan, agar relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri sehingga dapat diserap oleh pasar tenaga kerja”.

Hal yang menggembirakan, kegiatan Saresehan Nasional  ini berjalan sukses, lancar dan tertib, yang dipandu oleh Eko Prasetyo, SE, MA, sebagai moderator, yang sekaligus sebagai Wakil Dekan FISIP Unis.

Kegiatan Saresehan nasional ini dihadiri oleh para pengurus Yayasan Islam Syekh Yusuf, para pejabat di lingkungan Unis, mulai dari Rektor beserta jajaran Wakil Rektor, para Dekan beserta jajaran Wakil Dekan dan para Kaprodi, Tenaga Kependidikan, dan mahasiswa dari seluruh Fakultas di Unis.

Undangan peserta saresehan juga ditujukan kepada para pimpinan Perguruan Tinggi lain di Wilayah Tangerang Raya, juga dihadiri oleh para kepala sekolah, perwakilan guru dan siswa-siswi SMK dan SMA se-Tangerang Raya.

Para peserta tampak begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Saresehan Nasional ini, yang ditandai dengan banyaknya peserta yang hadir memenuhi ruang acara dari awal hingga selesainya acara.

Setelah para narasumber selesai menyampaikan pemaparannya, banyak para peserta yang ingin mengeksplorasi lebih lanjut untuk melakukan pendalaman materi yang disampaikan oleh kedua narasumber, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis, smart, dan sangat futuristik pada sesi tanya jawab.

Suasana diskusi berjalan hangat, dinamis, dan kondusif sehingga para peserta mendapatkan banyak pencerahan ilmu pengetahuan dari para narasumber tentang pentingnya sertifikasi kompetensi futuristik bagi lulusan perguruan tinggi.