banner

BERITA.today – Ketua Badan Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari, resmi menyerahkan SK Lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Perikanan Hias Indonesia (LSP PHI) dalam pameran ikan hias dan binatang peliharaan, NUSATIC X NUSAPET 2024, Tangerang, 7/6/24).

“LSP PHI diharapkan mampu mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menyediakan SDM ikan hias yang kompeten,” ujar Syamsi.

Syamsi menekankan pentingnya menjaga mutu sertifikasi agar manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh pemegang sertifikat, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan daya saing global perusahaan tempat mereka bekerja.

LSP PHI diharapkan dapat bersinergi dengan para pelaku ikan hias di Indonesia, termasuk nelayan dan pembudidaya, untuk menjamin keahlian mereka.

Perbaikan kinerja ekspor ikan hias Indonesia menjadi latar belakang terbentuknya LSP PHI.

“Pameran Nusatic yang dimulai sejak 2016 terbukti menjadi jembatan peningkatan ekspor ikan hias Indonesia,” ungkap Teguh Minarno, Direktur LSP PHI.

Sebagai satu-satunya lembaga sertifikasi di bidang perikanan hias, LSP PHI berkomitmen bermitra dengan pelaku industri di seluruh Indonesia, mencakup perikanan hias laut dan air tawar.

Kinerja Ekspor Ikan Hias Meningkat

Dalam satu dekade terakhir, nilai ekspor ikan hias Indonesia tumbuh rata-rata 5,51% per tahun. Pada 2023, ekspor mencapai USD 39,065 ribu, meningkat 7,25% dari tahun sebelumnya.

Indonesia kini menjadi eksportir ikan hias terbesar kedua dunia setelah Jepang, dengan pangsa pasar internasional 11,09% pada 2022.

“Singapura, yang sebelumnya unggul, kini turun menjadi eksportir terbesar ketiga, di bawah Indonesia,” jelas Suhana, Direktur Eksekutif LSP PHI.

Ia menambahkan bahwa ekspor ikan hias Indonesia saat ini tersebar ke berbagai negara tujuan utama, memungkinkan ketahanan pasar meski ada gangguan ekonomi di beberapa negara.

Dengan peningkatan kompetensi SDM dan kinerja ekspor yang baik, Indonesia siap memperkuat posisinya di pasar ikan hias global.