Kasus Pemerkosaan, Gadis SMP Ikut Isap Rokok Sinte dan Digilir 6 Remaja!

  • Whatsapp
kasus pemerkosaan pernah dicekoki rokok sintesis 6 remaja

Miris ya perbuatan para penerus bangsa ini

Entah kenapa kasus pemerkosaan selalu saja terjadi, korbannya juga tidak cuma wanita dewasa, tetapi para nenek dan anak kecil pula sering jadi korban pemerkosaan. Baru- baru ini anak muda 15 tahun dilaporkan sudah diperkosa oleh 6 remaja nanggung secara bergiliran. Tidak cuma diperkosa, tadinya korban juga pernah dicekoki rokok sintesis( gorila).

Melansir suara. com pada Jumat( 1/ 5/ 2020), para pelaku bernama Irfan Nufajri( 19), Dika Anggit Trigumilar( 18), Dikri Septi Mulya Syahara( 19) dan 3 lainnya yang berinisial INB( 17), WH( 17) serta SB( 14). Keenam pelaku sudah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Cipendeuy dibantu Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Cimahi, seusai korban mengadukannya kepda orang tua.

Berita Lainnya

Kronologi Kejadian

Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohannes R Sigiro berkata kalau kejadian tersebut sudah terjadi Maret 2020 lalu di Kecamatan Cipendeuy. Awal mulanya korban diajak oleh salah satu pelaku, yakni WH buat mendatangi rumah salah satu pelaku lainnya di Kampung Cininggul, keduanya memang teman sepermainan. Di saat seperti itu pelaku WH kemudian memberitahu sahabat yang lain buat tiba ke lokasi peristiwa sembari memberi iming- iming bakal meniduri korban.

Sesampainya di rumah tersebut, korban pernah dicekoki rokok sintesis ( gorila) yang mengandung narkotika, ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat( 1/ 5/ 2020).

Keenam pelaku rupanya pula sudah terpengaruh oleh minuman keras tipe tuak yang memanglah dibeli buat acara miras. Sehabis menghirup rokok sinte tersebut korban jadi berhalusinasi, dikala seperti itu 6 remaja lalu mulai mencabuli korban secara bergiliran.

Pelaku ini melakukan pencabulan secara bergiliran, tambahnya.

Keenam pelaku termasuk korban tadinya sudah berpindah posisi ke rumah kosong. Sesudah keenamnya merasa puas meniduri korban bergantian, mereka langsung meninggalkan korban yang masih lemas di rumah kosong tersebut. Pada saat telah siuman, korban juga meninggalkan lokasi kejadian begitu saja.

Satu bulan sesudah peristiwa nahas itu, orang tua korban merasa curiga karna anaknya sering terlihat kesakitan pada bagian alat vitalnya. Mereka juga bertanya kepada korban mengenai apa yang sudah terjadi. Sesudah dipaksa mengaku, akhirnya korban menceritakan Mengenai kasus pemerkosaan yang sudah dialaminya pada Maret lalu. Tidak terima anaknya dicabuli, orang tua korban langsung melapor pada pihak kepolisian dengan no laporan polisi LP. B/ 302/ IV/ 2020/ JBR/ RES/ CIMAHI/ SEK CIPENDEUY, tertanggal 24 April 2020.

BACA JUGA : Warga Geruduk Rumah Ferdian Paleka youtuber Pembagi ‘Makanan’ Sampah di Bandung

Sehabis mendapat laporan tersebut, polisi segera melakukan penindakan di tanggal yang sama dengan laporan itu dibuat. Para pelaku sukses diamankan di rumahnya masing- masing. Pihak kepolisian juga sudah mengamankan beberapa barang bukti seperti celana panjang, kaos, bra dan celana dalam, dan kerudung milik korban.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 jo Pasal 82 atau UU Nomor 35 tahun 2014 perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan nak karna korban masih dibawah umur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar