
AMBON — Kota Ambon dilanda 17 titik bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Minggu, 17 Agustus 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski sejumlah rumah dan infrastruktur mengalami kerusakan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, menjelaskan mayoritas longsor terjadi di Kecamatan Sirimau. “Sebanyak 11 titik longsor berada di wilayah Sirimau, empat titik di Nusaniwe, serta masing-masing satu titik di Leitimur Selatan dan Baguala,” ujarnya di Ambon, Senin, 18 Agustus 2025.
Selain itu, empat rumah warga rusak tertimpa material longsor. Lokasi kerusakan terdapat di Gang Singa RT 004/RW 001 Kelurahan Karang Panjang, Kelurahan Batu Gajah, Desa Hatalai Kecamatan Leitimur Selatan, serta Kelurahan Pandan Kasturi Kecamatan Sirimau.
BPBD juga mencatat dua talud penahan tanah ambruk akibat curah hujan tinggi, masing-masing di Jalan Rijali, Kelurahan Batu Gajah, dan wilayah Halong Batu-Batu, Kecamatan Baguala. Sementara itu, satu pohon tumbang di Desa Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, telah ditangani tim gabungan BPBD bersama instansi terkait.
Menurut Frits, pihaknya langsung melakukan pendataan di seluruh titik bencana serta menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak. “Kita sudah tindak lanjuti dengan pemberian bantuan tanggap darurat kepada korban terdampak,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat diminta tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun, warga diimbau tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih cukup besar,” ujarnya.
Peringatan serupa juga disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. Ia mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor akibat curah hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi.
“Situasi alam di Kota Ambon sangat tidak menentu. Mitigasi bencana, termasuk imbauan pemerintah, penting agar masyarakat tetap waspada,” kata Bodewin di Gedung DPRD Kota Ambon.
Menurutnya, bencana tidak bisa diprediksi kapan dan di mana terjadi, namun kewaspadaan dapat meminimalisir dampak. “Ketika terjadi bencana, paling tidak kita bisa menghindari jatuhnya korban jiwa. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Bodewin menambahkan, hujan deras pada Sabtu (16/8) hingga Minggu (17/8) telah mengakibatkan longsor di kawasan Gunung Malintang, Kelurahan Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, serta di Dusun Batu Koneng, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon. Akses transportasi masyarakat di dua titik tersebut sempat lumpuh total.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, segera melakukan penanganan terhadap lokasi terdampak, termasuk pembangunan talud penahan tanah untuk menormalkan kembali jalur yang terganggu. “Jalur itu penting bagi masyarakat, sehingga penanganan akan segera kita lakukan,” tegasnya. (*)
